Akhirnya bisa posting juga....Untuk koneksi net aja mesti cari waktu euy.....
Alhasil aku tiba di Marburg, berjauhan dengan tunangan, dan berjauhan dengan Ibu. Mereka dua perempuan yang paling aku cintai di dunia ini...but they so far away.
But...it's not that far anyway.....Justru di Marburg aku belajar mandiri. Sebelum menjadi seorang suami atau bapak, memang aku mesti 'digembleng' dulu di negeri orang. Semuanya sendiri. There is no pembantu, no loper, no nasi goreng, and many no no no and no no!
Tapi banyak juga yes yes yesnya. Dengan menjadi mandiri, maka sudah pasti aku menjadi lebih matang. Memang rasanya berat sekali berjauhan. Namun aku sudah mencium teman2ku sudah mulai merindukan keluarganya. Kerinduanku tidak separah mereka, karena aku sangat senang di tempat baru dan ingin menjelajahi semuanya.
Mungkin sampe sini dulu...Ntar foto menyusul..Ciao!
Rabu, 04 Juni 2008
Sabtu, 31 Mei 2008
The D Day...
Kemarin, sehari sebelum dia berangkat ke Hannover, saya melihat foto-foto itu di rumahnya. Foto yang sekitar Oktober 2007 hanya jadi foto asing di halaman Friendster-nya. Ya, foto asing yang saya tak tahu bagaimana orang aslinya, karakternya, pribadinya, kondisi keluarganya, dan sebagainya.Saya jadi seolah tersedot ke masa silam saat kami hanya bersua di email melalui diskusi-diskusi seru seputar filsafat, politik, sains, idealisme, buku, seni, agama, dan banyak lagi. Diskusi yang membuat saya rajin memeriksa email dan mencari adakah nama dia di daftar pengirim.
Hari ini, dia adalah segalanya bagi saya. Mengenalnya luar dalam, sampai segala kebiasaannya terkecil, selera makannya, apa jawaban yang akan dilontarkan jika saya bertanya suatu hal. Bahkan keluarganya dan keluarga saya pun ikut saling mengenal dengan baik.
Hari ini, dia berangkat ke Hannover, Jerman, mengejar cita-cita jadi ilmuwan, sebuah obsesi sejak 10 tahun silam.
Kami tetntu akan terus keep in touch. Thanks God sudah zaman Internet dan ponsel. Thanks God, tak perlu lagi lama menanti Pak Pos datang.
Hari-hari memang akan sepi. Tapi yang jelas tidak sendiri.
Hun, aku yakin kita bisa lalui ini. Enjoy your freedom out there. Nikmati saja suasana akademis di sana yang kau idam-idamkan sejak lama.
All the succes and happiness are waiting for you here. And of source, my trully love is always spread on you altough you're so faraway.
Jauh di mata dekat di hati, kata orang jadul. Hehehe.
Senin, 05 Mei 2008
The Rings
Our rings is more than just rings..It means a lot of our togetherness...
4th May 2008
You are my trully deeply lovely fiance..
Our moments together is sweeter than the sweetest sugar cane.
Our vision melts like the heated chocolate .
Our love is burning like the earth's core.
Our dream is higher than the farthest galaxies.
and our hope and wish is stronger than any steel and diamonds...
Senin, 21 April 2008
3 Months, 19 Days
Yes, our relationship is running perfectly3 months and 19 days
While this picture was taken
You can see the sea of love
In our sparking eyes
You can see how love is growing
become everything we're doing
If you want to know what love is
Just see this picture carefully
The picture of two human being who in love so deeply...
Kamis, 13 Maret 2008
Try Out : Long Distance Relationship (LDR)
Banyak orang menyangsikan Long Distance Relationship (LDR). Seorang teman yang sudah melakukan survei kecil-kecilan mengatakan pasangan yang jalani LDR dan sukses sampai ke jenjang pernikahan, tidak sampai 50%. Dia sendiri sudah menjalani LDR dan pernah gagal, pernah pula sukses.Kami adalah pasangan yang "terancam" menjalani LDR, sebab Juni nanti Arli akan berangkat ke Hannover, Jerman, untuk rampungkan S3 yang sudah jadi cita-citanya sejak lama. Apakah kami gentar? Tidak sama sekali. Bahkan sekarang kami tengah melakukan semacam try out LDR dengan mengurangi frekuensi pertemuan.
Mulai pekan ini saya akan lebih sering berkutat dengan pekerjaan di kantor anyar. Arli juga mengikuti les intensif di Goethe Institute. Jadi kami tak lagi bisa seenak udelnya lunch bersama setiap saat sekedar chit chat melepas kangen. Jadilah ini latihan LDR kami.
Komunikasi kami tetap baik, bisa lewat SMS, telpon, email dan Yahoo Messenger. Hanya memang tak bisa melebihi kepuasan sebuah pertemuan langsung. Namun selama kami saling tahu apa yang terjadi pada diri satu sama lain, agaknya tak ada masalah. Justru saat bertemu setelah sekian lama tak jumpa akan lebih heboh dengan beragam sharing pengalaman dan curhat.
Blog ini pun sebenarnya kami persiapkan untuk kelak menjadi media saat kami betul-betul menjalani LDR. Hmm masa latihan ini lumayan juga mengaduk-aduk emosi. Kangen, lelah, ingin berbagi rasa tapi agak susah. Untung ada blog ini. Saya rasa kelelahan mental saya sejak awal pekan ini bisa sedikit reda setelah menulis blog ini. Tanpa sadar, saya sudah menjadi salah satu orang yang blog addict!
Jadi, teman-teman yang menjalani LDR bisa mencoba menggunakan blog sebagai terapi mental. Hahaha!
Jumat, 29 Februari 2008
Statemen Tertulis Bersama
Seorang karib yang sudah menikah 8 tahun, memberi advis nan manis demi memprotek hal itu terjadi.
"Sebelum menikah, tanya kepada kamu dan pasanganmu mengenai apa arti pernikahan. Juga alasan kenapa dia memilihmu dan kamu memilih dia. Tulis jawaban itu di kertas, kalau perlu dibingkai. Saat ada masalah antara kalian berdua, baca kembali pernyataan itu dengan seksama."
Menurutnya, kiat itu cukup sukses ia terapkan hingga kini. Tiap ada problem yang nyaris bikin kepala pecah, frustasi, ingin meneriakkan kata "Cerai!" atau "Pisah!" atau lagu cengeng "Pulangkan saja ke rumah orangtuaku", statemen bersama tadi cukup ampuh meredam. Setidaknya mengingatkan komitmen pasangan.
Saya jadi penasaran dan ingin mencobanya. Semalam saya SMS pasangan saya, menanyakan apa definisi pernikahan baginya dan mengapa dia memilih saya. Ini jawabannya.
"Marriage is when two minds, bodies, and souls become one. It's the union of will, desire, love and thought. Marriage is a partnership, when each one must trust, give, and love one another.
Why you? You are the one that I want to spent my live with. You're the one that I trust and love more than anything in this world. You're the one that able to dive into my deepest dark soul and same me into the light of your love.
You're the one who could give enlightment to my mind with your love. You're the one that share the same dream with me. Hun, if this answer is insufficient, just let me know. I'll fix it ASAP."
Indah sekali bukan? Dan itu ia kirimkan sekitar jam 12 malam setelah mengendarai mobil Jakarta-Bandung. Di saat letih, mengantuk, ia masih menyempatkan diri membalas SMS norak saya panjang lebar dan serius sekali. Bagaimana mungkin saya tidak memilih dia jadi pasangan saya hingga akhir hayat kelak?
Wah, saya kok belum menjawab 2 pertanyaan itu ya? Pada dasarnya definisi saya tentang pernikahan nyaris sama dengan Arli.
Marriage is a great union of two different individuals who have so many things in common, so they're decide to be the partner in life, forever. In Happiness and sorrow. Yeah, forever!!
Kenapa saya memilih dia? Arli adalah lelaki paling memahami saya, kondisi, emosi, kekurangan, kelemahan saya. Status saya sebagai single parent bikin saya tak punya posisi tawar terlalu banyak terhadap kaum Adam. Dan Arli sangat memahami ini. He loves me as the way I am, and vice versa.
Kelak kami akan cetak tulisan ini dan membingkainya di dinding kamar kami untuk dibaca setiap kali ada cobaan berat melanda kebersamaan kami.
Langganan:
Postingan (Atom)
