Kamis, 31 Januari 2008

Terjebak Mall dan Kafe

"Apa iya sampai kakek-nenek nanti kita terus menerus jalan dari mall ke mall dan kafe ke kafe?"
"Iya, jangan-jangan matinya juga di mall. Serangan jantung akibat kelebihan kolesterol, di Starbucks?"

Lantas kami tergelak bersama. Di tengah suasana sebuah mall pinggiran Jakarta yang lengang tengah hari bolong. Kami bingung, mati gaya. Tempat kencan mana lagi yang bisa kami datangi? Mau ke luar kota, jauh dan macet. Mau ke Ragunan, panas.

Ke taman-taman kota, wah tetap panas, polusi, dan tidak ada privasi. Terbayang sedang ngobrol tau-tau didatangi pengamen, pedagang asongan, peminta sumbangan, atau bahkan bisa-bisa preman?
Oh Jabodetabek, dimanakah tempat nyaman untuk bersantai selain mall dan kafe?

1 komentar:

thea mengatakan...

Iya nih..Jakarta payah, gak ada tempat yg nyaman buat didatengin. penuh sama mall. Kalo dah sumpek sama mall, kita biasanya di kos aja, nyetel DVD player, nonton film, browsing-browsing, trus masak ato bikin jus. Kalo malem baru jalan-jalan:)). Tapi gak ke mal lho:D