Jumat, 23 November 2007

Netsains Plat Merah? 1

Merry
tanpa cc siapa-siapa juga


Sekali lagi.....bisnis itu sangat okeh...Namun seorang pengusaha keturunan Tionghoa pernah memperingatkan saya...Bisnis itu harus J-U-J-U-R. Ya...kejujuran itu penting. Kalo mentalnya sudah 'penjilat' dan 'bagi2 proyek' sudah dipastikan bisnis itu akan kiamat. Kalo netsains ditarik ke arah seperti itu....Aku minta supaya kita mundur saja dari netsains. This is serious. Mie Kocok yang raksasa bin king-kong itu...di Eropa saja dia keok...karena ke open source semua. Berkali-kali Mie Kocok itu ke pengadilan, karena tuduhan 'tidak jujur'. Kita semua tahulah...praktek bisnis di Indo seperti apa? KKNnya seperti apa? Manipulasi pajaknya seperti apa? Cing-cong sama bea cukai juga seperti apa? Mafia peradilan seperti apa? Itu sudah jelas. Kalo aku tangkap dari penjelasanmu dari kemarin-kemarin....kayaknya masih ada keraguan di dirimu sendiri terhadap kejujuran mereka-mereka para pebisnis itu. Aku pun juga ikut ragu juga. Orang Indo itukan ndak bisa melihat proyeksi bisnis jangka panjang. Beda dengan orang Chineese dan Yahudi...mereka sangat bisa forecast bisnis jangka panjang. Contohnya....temenku yang orang engineering bilang hanya ada dua bidang dimana Bakrie itu sukses...pertama Esia, kedua properti. Bidang lain dia hancur lebur (Ingat kasus Lapindo Brantas). Beda dengan orang Chineese dan Yahudi...mereka itu raja midas....apa saja yang mereka sentuh turns to gold!. Aku juga heran.....kenapa orang Indo kok begitu sukar berdagang? Di
Malaysia saja, yang sudah melakukan kebijakan ekonomi baru untuk menaikkan kompetensi bisnis etnis Melayu, program tersebut hanya berhasil secara parsial. Etnis Melayu di Malaysia tetap hanya menguasai 40% perekonomian nasional mereka....sisanya dibagi orang Chineese, India, dan ekspatriat. Apalagi kalo riset ingin dibisniskan....wah..saya ini kan masuk ke bidang kesehatan...bisa kelamaan tunggu waktu produksinya. Waktu untuk development obat atau vaksin saja bisa perlu 10 tahun lebih, dan perlu investasi sangat besar. Kalo aku bikin proposal bisnis, pasti bisa tersingkirlah!kan ingin cepet dapat duit, itu sebabnya industri farmasi nasional selalu mengimpor mayoritas mutlak (90%) bahan baku obatnya dari luar negeri. Kalo beli di luar lebih murah daripada produksi di Indo. Itu sebabnya R&D di industri farmasi cuma sekedar 'pemantas' belaka. Kalo aku mau licik bin munafikus...aku bikin aja proposal bisnis 'beli, label, dan jual' seperti orang farmasi, sudah pasti akan diterima sama temen2 Pak Koes. Tapi ini merusak bangsa kita. Pemikiran ini sangat jahat. Maaf saja...tapi kalo pebisnis yang kita ajak partership mentalnya seperti orang-orang farmasi kita lebih baik jangan. Jangan dan Jangan. Mereka hanya membuat negara kita mengkredit utang lebih banyak lagi. Lebih baik pebisnis kecil yang jujur daripada pebisnis besar yang licikus bin munafikus.
Ajang komunikasi antar ilmuwan saja...tanpa ada payung formal tidak cukup. Oleh sebab itu aku punya tiga usul:

Pertama, Di Websitenya netsains dimasukkan saja logo dan link ke kemenegristek. Ini untuk menunjukkan bahwa website ini dibawah proteksi ristek.
Kedua, Di Website netsains masukkan juga link lembaga penelitian di bawah ristek (LIPI, BPPT, BATAN, LAPAN, Eijkmann, BAPETEN, dan lainnya).
Ketiga..dan ini yang paling gawat dan kritis...kita harus punya SK menteri yang menyatakan bahwa netsains itu didukung ristek. Mengapa harus punya SK? Karena dengan SK itu kita memiliki payung hukum untuk eksis. Jika tidak ada SK, kita tidak punya payung hukum. Konten SK itu kira2 berisi visi, misi, dan konten Netsains, anggaran rutin maintenace web, dan status legal formal netsains di mata hukum. Kita harus bergerak lebih formal, sebab jika ada orang yang merasa terganggu dengan tulisan2 di netsains, dan itu mengakibatkan tuntutan hukum, siapa yang akan membela kita? Kan ndak mungkin kita bayar pengacara sendiri...It's to expensive! Jika ada SK...secara otomatis Ristek akan menyewakan lawyer untuk kita. Demikian juga jika kita merasa ada pihak yang melanggar hak kita, dan ini memerlukan tuntutan hukum ke pihak tersebut, maka Ristek juga akan menyediakan lawyer untuk mendukung kita. Soal anggaran administrasi web....Kita harus fair. Mas Arif sudah susah payah membantu kita sebagai sysadmin....harus ada imbalan untuk jasa yang dia berikan. Ini sudah standard...kalo di Bank..hacker itu dibayar sangat tinggi. Kita tidak usah tinggi-tinggi...ya secukupnya lah! Itu Ristek yang sediakan anggaran ke mereka. Saya sendiri tidak meminta imbalan apa-apa dengan penyusunan SK ini.....yang penting netsains punya payung hukum. Saya sendiri bersedia membantu menyusun draft SK tersebut....mungkin untuk detail teknisnya kita bisa brainstorming di kantor Ristek (makan be es be es ndak papa). Bikin janji aja untuk ketemu kalo ada waktu senggang. Penyusunan SK ini jangan disamakan dengan proyek buang2 anggarannya DPR @#$!% lho. Mereka itu kan rapat di hotel berbintang yang menghabiskan uang milyaran untuk penyusunan Undang-Undang. Kita rapat di kantor Ristek saja lah...konsumsi urus sendiri. Merry kontak Pak Koes saja untuk soal ini. Dengan keberadaan SK ini, bahkan setelah Pak Koes tidak menjabat sebagai menteri, penggantinya akan secara otomatis melanjutkan untuk mendukung kita, karena netsains dianggap in-line dengan kebijakan kemenegristek.
Poin pertama dan kedua kupikir bisa
Orang Indo segera dilaksanakan. Namun poin ketiga mesti kita pikirkan dalam-dalam. Aku sendiri mau menguduk2 SK menristek di webnya. Penting karena suatu SK harus disusun berdasarkan SK sebelumnya. Sebelum kita bertemu...bagaimana pendapat Merry mengenai poin ketiga ini? Kan cukup realistis ideku soal SK ini? Over.

Tidak ada komentar: